Yesaya 43:4-7
"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu…" (Amsal 17:17)
Baru aja nih ada yang cerita kalo teman dekatnya ngerebut pacarnya dan diam-diam selingkuh di belakangnya. Dia sakit hati banget karena teman dekatnya itu selalu makan bareng dan setiap hari ngabisin waktu berdua. Ada juga yang cerita kalo teman dekatnya malah jadi musuh dalam selimut.
Gara-gara mau deketin seseorang teman dekatnya ini malah membuat gossip dan fitnah tentang dia. Tapi kalo lagi bareng, sikapnya baik banget. Munafik abis dech pokoknya. Dan ada juga yang cerita kalo teman dekatnya, yang pernah ia bantu untuk membayar uang sekolahnya selama 4 bulan, malah nyuri handphonenya. Koq tega gitu lho. Temannya ini suka makai uang sekolahnya entah buat apa, nah akhirnya Hpnya jadi sasaran plus ia banyak utang duit dan gak pernah dibayar dengan alasan gak pernah minjam.
Guys, beginikah seorang teman dekat memperlakukan temannya sendiri? Beginikah cara bersahabat yang baik? Kita malah menjadi musuh dalam selimut dan mencelakai serta melukai teman sendiri. Kalo udah begitu, bukan sahabat lagi namanya tapi musuh. Persahabatan harus dilandasi dengan kasih dan kasih itu harus tulus dan gak pernah berniat buruk. Mungkin sahabat kita bisa aja berbuat salah dan salah paham dengan kita, itu biasa. Namun kesalahpahaman itu bisa kita perbaiki karena ada kasih yang selalu membuat kita mengampuni dan memahami sahabat kita.
Guys, bersikaplah bagaimana Bapa di sorga memperlakukan kita. Kita sangat membutuhkan Dia karena Ia membuat kita merasa berharga. Maka, buatlah sahabat kita merasa nyaman dan bersukacita bersama kita agar persahabatan kita bisa utuh dan saling mendukung satu sama lain.
Sumber : Renungan Youth
Tidak ada komentar:
Posting Komentar