Yesaya 43 : 4 - 7
"Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar." (Lukas 9 : 48b)
Suasana pagi begitu ramai. Di halaman belakang rumah, dekat kandang sapi, para daun-daun hijau yang segar di atas pohon menertawakan dedaunan kering yang tercecer di bawah pohon yang sebagian hancur diinjak oleh manusia. Pupuk kimia yang duduk santai di dalam gudang mengolok-olok kotoran sapi yang bau dan tidak sedap di pandang mata.
Kumpulan daun hijau di atas pohon tidak menyadari bahwa dedaunan kering yang menyatu dengan tanah akan memebuat tanah itu berkualitas sehingga tanaman apa saja yang ditanam di atasnya akan subur, termasuk pohon dimana dedaunan hijau itu hidup.pupuk kimia juga tidak menyadari bahwa kotoran sapi lebih bermutu menjadi pupuk berkualitas tanpa bahan kimia.
Guys, manusia terlalu sering memandang sebelah mata orang-orang yang mereka anggap tidak berguna, sampah, atau kotoran. Yang cacat dianggap tak berguna. Yang miskin dianggap sampah. Pegawai biasa dianggap tidak se-level. Tanpa mereka sadari bahwa sesungguhnya orang-orang yang mereka anggap sampah itu begitu berarti dan berharga di mata Tuhan. Ada banyak orang cacat yang menemukan alat-alat berteknologi tinggi yang sangat diperlukan oleh dunia. Ada banyak orang miskin yang membuka mata rohani orang lain yang belum mengenal Tuhan tentang kasih.ada banyak mantan pendosa yang ternyata lebih hidup kudus daripada mereka yang mengaku sebagai Kristen dan rajin beribadah.
Guys, mungkin saat ini kita dipandang sebelah mata oelh orang lain. Jangan berkecil hati, karena sesungguhnya jika kita setia kepada Tuhan maka hidup kita bukanlah sampah di mataNya. Justru kita yang direndahkan akan ditinggikan olehNya. Orang-orang yang menyombongkan diri itulah yang akan direndahkan dan menjadi sampah yang tidak berguna.
Sumber : Renungan Youth
Tidak ada komentar:
Posting Komentar