Seorang anak menghampiri ayahnya yang sedang duduk di halaman rumah. Saat anak itu sudah berada disebelahnya, sang ayah menunjuk seekor burung yang sedang terbang sembari bertanya, “Apakah itu?” Saat ini ayahnya sudah mulai tua dan mulai pikun.
Dengan tersenyum anak itu menjawab, “Itu seekor burung.”
Sempat terdiam sebentar dan tak lama kembali sang ayah bertanya, “Itu apa?”
“Itu burung, Ayah.” Anak itu menjawab dengan nada yang sedikit kesal.
Seperti sebelumnya suasana hening tercipta sejenak dan sang ayah kembali bertanya, “Apakah itu?”
Dengan sangat kesal dan marah anak itu menjawab, “Dari tadi kan aku sudah bilang bahwa itu adalah seekor burung. Mengapa kau berulang kali menanyainya?”
Sang ayah tak menjawab dan langsung bangkit dari tempat duduknya. Ia masuk ke dalam rumah meninggalkan anaknya sendiri.
Tak lama setelah itu sang ayah kembali keluar sambil membawa sebuah buku seperti buku agenda.
Sang ayah menghampiri anaknya dan memberikan buku itu pada anaknya. Sang anak pun langsung membuka buku itu dan membacanya. Halaman demi halaman yang dibacanya membuatnya terharu dan ketika sampai di suatu halaman ia langsug meneteskan air matanya.
Di halaman tersebut sang ayah menuliskan, “Sore tadi saat berjalan-jalan di taman anakku melihat seekor burung dan ia bertanya kepadaku apakah itu. Aku pun menjawab bahwa itu adalah seekor burung. Tapi tak lama setelah itu ia bertanya kembali, apakah itu. Dan aku dengan sabar menjawabnya. Terus ia menanyakan hal yang sama kepadaku, dan tak lelah juga aku memberitahunya bahwa yang ia tanyakan itu adalah seekor burung. Berapa kali pun ia akan menanyakannya, sekian kali juga aku akan menjawabnya. Karena aku yakin nanti ia pasti akan mengerti.”
Setelah membaca isi halaman tersebut sang anak langsung sujud di hadapan ayahnya dan mohon ampun pada ayahnya. Sang ayah pun langsung memeluknya dan memaafkannya.
Bapa kita di dunia saja bisa dengan sabar dan tak henti-hentinya mau mengajari kita meskipun terkadang kita sulit untuk mengerti. Apalagi Bapa kita di sorga yang tak pernah berhenti mengasihi dan mengajari kita.
Mengucap syukurlah pada setiap yang sudah Tuhan berikan dalam hidupmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar