What Do You Want?

Gue menonton sebuah berita di televisi yang memberitakan kegiatan sosial yang dilakukan oleh sebuah yayasan. Mereka mengunjungi para gelandangan yang tinggal di bawah jembatan dan di emperan toko-toko di Jakarta. Ada banyak dari mereka yang menderita sakit. Ketika tim ini hendak mengobati kaki seorang pria yang membusuk akibat bekas luka yang dibiarkan tanpa pengobatan, ia menolak dan berkata,
“Kalo kaki saya disembuhin, lalu gimana saya cari makan?” Pria ini mengemis dengan bermodalkan borok yang ia anggap akan menyentuh hati orang-orang yang melihatnya.

Guys, ada banyak para pengemis yang menolak untuk disembuhkan penyakitnya karena dengan itulah mereka bisa mencari uang dan memohon belas kasihan. Jika kita melihat kisah seseorang yang sakit selama 38 tahun di dalam Yohanes 5, Tuhan Yesus datang menghampirinya dan menawarkan kesembuhan baginya. Kita tidak tahu berapa lama ia tinggal di tepi kolam Betesda itu dan apakah ia sambil mengemis atau tidak. Yang jelas, saat Yesus menawarkan kesembuhan ia harus mengambil keputusan untuk sembuh.

Guys, pilihan yang sama dihadapkan kepada kita. Mungkin kita bukan pengemis yang mengandalkan penyakit sebagai modal untuk mengemis. Tetapi apakah kita menerima tawaran Yesus ketika Ia bertanya, “Maukah engkau sembuh dari penyakit dosamu?” atau “Maukah engkau sembuh dari penyakit ketidakjujuranmu?” Kita mungkin bersenang-senang berbuat dosa dengan alasan menikmati hidup namun pilihan ada di tangan kita. Jika kita bijak maka kita tidak akan menyia-nyiakan tawaran Yesus.

Sumber : Renungan Youth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar