Jadilah Contoh

1 Samuel 2 : 11-26
"Percuma mereka beribadah kepadaKu, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." (Matius 15 : 9)

Suatu hari gue mendengar ribut-ribut di depan rumah. Ternyata anak tetangga pada ribut. Ado, 6 tahun, bertengkar dengan Roy, 8 tahun. Masalahnya sepele. Saat itu Ado sedang bermain kelereng dengan teman-temannya
dan selalu menang. Roy yang gak ikut main mengejek Ado, “Yee…mainnya pasti curang. Makanya menang terus. Kamu mainnya curang.” Ado pun mengadu kepada kakaknya yang SMA kalo Roy memaki-maki dia. Kakaknya malah menyuruh Ado balik memaki Roy. Udah gitu pakai tambahan, “Nanti lemparin aja pakai batu kepalanya. Kalo dia balas mukul kamu, panggil kakak. Biar tak hajar!” Asal tau aja ya, kakaknya yag SMA ini gitaris gereja lho.

Guys, firman Tuhan selalu mengajarkan kita untuk saling mengasihi, menjadi berkat baik melalui perkataan maupun perbuatan, mengampuni dan menjadi terang. Namun kerap kali apa yang kita ajarkan kepada adik-adik kita berbeda dengan apa yang diajarkan Tuhan kepada kita. Kita mengajarkan adik-adik kita untuk balas dendam, bahkan ada juga yang mengajarkan adik-adik bohong kepada ortu dan guru.

Bagaimana kita mengaku sebagai orang Kristen jika kita sendiri tidak bisa mengajarkan yang baik kepada adik-adik kita dan tidak mampu menunjukkan kualitas kita sebagai orang Kristen? Mungkin kita gak punya adik kandung, tapi kan kita punya adik sepupu yang bisa aja meniru perbuatan kita dan menjadikan kita contoh. Jadi, ajarkan kebenaran kepada adik-adik kita atau yang lebih muda dari kita sebagaimana Tuhan mengajar kita melalui firmanNya. Kan kita juga senang kalo semakin banyak anak-anak kecil yang melakukan kebenaran dan besarnya nanti bisa bikin nama Tuhan dipermuliakan.

Sumber : Renungan Youth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar