Sanjungan


Mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, pernah ditanya, "Tidakkah Anda merasa tersanjung? Setiap kali Anda berpidato, orang datang berbondong-bondong sampai tidak kebagian tempat. Mereka sangat menyanjung Anda!" Sang Perdana Menteri menjawab, "Tiap kali ingin berbangga, saya ingat satu hal. Seandainya saya kelak dihukum gantung, jumlah orang yang hadir pasti melonjak dua kali lipat!"


Pernyataan dari Churchill di atas, mengenai sanjungan yang di berikan oleh dunia ini memang semu sifatnya, gampang berubah, dan dia menyadarinya. Hal itu hanyalah bersifat kecil dan sementara,  atau tidak bertahan lama. Maka dari pada itu, kita yang telah memiliki popularitas apa pun, janganlah terbawa terlalu jauh hingga melupakan segalanya.

Hal yang sama juga terjadi pada Tuhan kita Yesus Kristus, di saat Tuhan Yesus datang memasuki Yerusalem, rakyat banyak sangat menyanjung-Nya, dan mencari-cari-Nya hanya untuk melihat atau pun menerima mujizat-Nya. Apa pun itu mereka datang kepada-nya dengan maksud dan tujuan tertentu. Namun apa yang terjadi selanjutnya adalah sesuatu yang sangat bertolak belakang, yaitu beberapa hari kemudian, massa yang sama meneriakkan "Salibkan Dia!"

Adapun yang dialami Rasul Paulus. Sehabis menyembuhkan seorang lumpuh dengan kuasa Allah di Listra, penduduk terkesima. Dikiranya Paulus dan Barnabas adalah titisan dewa. Mereka berdua pun langsung dipuja-puja dan diberi aneka persembahan. Tetapi begitu orang-orang Yahudi membujuk mereka, segera saja mereka berbalik melempari Paulus dengan batu. Untunglah Paulus dan Barnabas tidak haus sanjungan. Keduanya malah prihatin melihat penduduk memuja-muja mereka. Paulus berusaha menjelaskan bahwa hanya Tuhan yang layak disembah. Pantang baginya untuk mencuri kemuliaan Tuhan bagi diri pribadi.

Di masa modern ini, ada banyak orang yang ingin atau suka mendapatkan sanjungan. Sebetulnya tidak salah kalau kita merasa tersanjung saat dipuji orang. Yang salah, kalau kemudian kita gila sanjungan, hingga rela mengorbankan apa pun demi mendapat sanjungan. Sanjungan bisa menyesatkan, lagipula cepat sirna. Lebih baik fokuskan diri untuk melakukan tugas sebaik mungkin. Tidak peduli disanjung atau tidak, tapi jalanilah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar