Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang hina tetapi sekaligus mulia. Hina karena dosa yang dimiliki, namun sekaligus mulia karena manusia diberi kepercayaan untuk berkuasa atas segala ciptaan yang lain.
Banyak orang tidak menghargai hidupnya, misalnya, mereka yang terlibat narkoba serta mereka yang hidup bebas tanpa batas untuk melakukan apa yang diinginkannya, termasuk mereka yang melakukan bunuh diri untuk menyelesaikan masalahnya. Apa yang mereka lakukan menunjukkan bahwa mereka tidak memahami arti hidup dan tidak menghargai hidup yang telah diberikan Tuhan kepada mereka.
Mengapa orang percaya melihat dirinya sebagai makhluk yang hina, tetapi sekaligus mulia? Di satu sisi, kita hina karena dosa membuat kita layak dihukum dan tidak layak dihadapan-Nya. Kita memiliki banyak kelemahan jasmani dan cacat rohani yang harus terus diperbaharui.
Di sisi lain, kita mulia karena kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Manusia itu mulia karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat berkomunikasi dengan Allah dan meresponi Allah sebagai Pribadi yang sempurna.
Manusia dikaruniai potensi Ilahi untuk mengembangkan diri agar hidupnya dapat dipakai oleh Allah. Bahkan, manusia diberi otoritas Ilahi untuk mengelola dunia atas nama Allah. Alangkah mulianya manusia itu.
Oleh karena itu, muliakanlah Allah melalui hidup kita dengan cara:
Pertama, nyatakanlah rasa hormat kepada Allah dengan beribadah dan menyembah Dia baik secara pribadi maupun secara bersama-sama.
Kedua, pakailah hidup yang diberikan Tuhan untuk melayani Dia dengan segenap talenta dan karunia kita dengan penuh tanggung jawab!
Efesus 2:10“
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar