Tuhan Selalu Memperhatikan

Dulu, orang sering memungut uang logam yang jatuh. Tetapi sekarang, sekeping uang logam tidak lagi berharga. Kita jarang melihat orang memungut koin. Pemerintah mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk membuatnya daripada nilai uang itu sendiri. Lagi pula, saat ini hampir tidak ada lagi barang yang dapat kita beli hanya dengan koin.


Baru-baru ini, sepulang dari gereja, aku menemukan sebuah koin di areal parkir. Aku mengambil koin itu dan memperhatikannya dengan saksama. Koin itu bengkok, cacat dan sangat jelek.

Saat ini, aku menyimpan koin itu di dalam gelas perjamuan. Koin itu mengingatkanku tentang betapa sering dunia melihatku sebagai seorang yang bengkok, cacat, jelek dan tidak berguna. Dunia tidak mempedulikanku sama sekali. Gelas perjamuan itu mengingatkanku bahwa hanya ada Satu Pribadi didalam hidup yang melihat nilaiku dan mau mempedulikanku. Yesus tidak hanya melihat diriku; Ia mati bagiku. Aku berharga!

Saat kita merasa tidak berharga dan jelek, kita dapat mengingat Pencipta yang Agung. Ia memperhatikan, memberikan waktu, dan menjangkau hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar